Jumat, 07 Februari 2014

Al Qur’an Bacaan Seorang Muslim

Surabaya, 11 November 2013


Dulu, ketika teknologi informasi belum maju seperti sekarang orang – orang menggunakan surat dalam berkomunikasi. Begitu pula dalam melakukan proses melamar. Ketika seorang laki – laki mendapat surat balasan terkait lamaran yang dia ajukan kepada seorang wanita , maka surat itu dibaca beberapa kali. Padahal isinya juga sana saja. Tetapi mengapa ketika surat Allah yang menciotakan calon istri kita itu jarang kita baca bahkan mungkin hanya satu tahun sekali? Maka dari itu, kita harus hijrah. Tinggalkan kebiasaan yang ada.
Dalam surat Ali Imran ayat 31 Allah mengatakan bahwa jika kita mencintai Allah dan Rasul-NYA niscaya Allah akan mencintai kita dan mengampuni dosa – dosa kita. Lantas, muncul sebuah pertanyaan. Bagaimana kita dapat mencintai Allah? Jawabannya sederhana, bacalah Al Qur’an. Dengan membaca Al Qur’an kita akan mengenal Allah, dan semakin kita mengenal Allah maka kita pun akan semakin mencintai-NYA.
Rasulullah SAW suka membaca Al Qur’an,maka jika kita mencintai Rasul kita harus membaca Al Qur’an juga. Jangan malah membaca syair – syair yang tidak jelas asal muasalnya. Bukan berarti jika kita mencintai Beliau maka kita harus membaca syair mengenai Beliau. Tetapi yang kita lakukan adalah mengerjakan apa yang Beliau sukai.
Apabila kita mengaku cinta kepada Rasul tetapi kita tidak mencintai Beliau , itu adalah cinta palsu. Maka dari itu, masa silam yang telah berlalu ya biarlah sudah. Kita harus hijrah. Hijrah dari yang asalnya kita jarang sekali membaca Al Qur’an, dengan mencoba membiasakan diri membacanya.
Hijrah yang tidak sulit asalkan kita mau adalah dengan membaca Al Qur’an. Bacalah Al Qur’an dan terjemahnya, maka akan membawa kita pada kecerdasan. Jangan sampai kita suka mengikuti suatu perbuatan tanpa mengkritisinya terlebih dahulu. Misalnya saja, dalam hal pembacaan do’a yang menjadi kebiasaan di masyarakat kita pembacaannya sampai diserahkan kepada imam. Tetapi ketika imam tersebut ditanya terkait arti do’a tersebut maka jawab Beliau adalah tidak tau. Beliau mengatakan bahwa hal itu didapat secara turun – temurun.

Maka dari itu, jika kita memang ingin hijrah minimal 1 kali dalam 1 tahun kita khatamkan Al Qur’an beserta terjemahannya. Apabila kita lakukan, maka akan timbul ketenangan hati dan kegembiraan ketika membacanya. Jangan sampai kita malas berpikir, mengikuti kebiasaan yang ada. Segala tradisi yang ada di lingkungan kita periksa kembali apakah memang sesuai dengan Al Qur;an dan sunnah Rasul. Marilah kita menjadi muslim yang baik. Hijrah, kebiasaan lama yang buruk itu kita tinggalkan. Termasuk juga kebiasaan jarang membaca Al Qur’an.  

0 komentar:

Posting Komentar