Jumat, 08 Juli 2016

Mimpi dan Alasan untuk Meraihnya


"mimpi kita selamanya akan menjadi mimpi bila kita tidak memiliki alasan yang kuat untuk meraihnya"
 kalian pernah bermimpi kan ya?

pernah ikut seminar atau acara-acara motivasi?
atau setidaknya baca/dengar cerita motivasi dari tokoh-tokoh yang menginspirasi?

menurutku hampir semua orang ada lah di antara itu pernah dialaminya. atau bahkan mungkin semuanya pernah dia alami. saya pun juga pernah begitu. waktu kita dengar motivasi seperti itu rasanya semangatnya luar biasa membara. tapi dalam hitungan jam bisa aja itu berubah jadi sepi, loyo lagi.

huff..itu makanya yang saya bingungkan. sebenarnya ketika kita menginginkan untuk mencapai sesuatu, apa iu benar keinginan kita atau hanya keinginan sesaat? keinginan semu? atau sebaliknya. itu benar-benar keinginan nyata yang sangat ingin kita raih, namun kita merasa diri ini gak akan bisa mencapainya. gak sesuai kapabilitas kita begitu lah...

baik antara yang satu atau dua tadi (jadi aneh gini, hehe) saya pikir sama saja. ya pada intinya akan sama-sama melemahkan keinginan kita dan akhirnya ya hanya berupa keinginan semata lalu menguap tak tau ke mana. syukur-syukur sempat ditulis. hehe.

setelah saya pikir-pikir, ada satu hal lagi yang dapat menguatkan mimpi atau keinginan yang ingin kita raih itu. Hal itu adalah alasan. ya, alasan adalah sesuatu yang dapat menguatkan kita. yang boleh jadi dapat membuat kita bertahan dari kerasnya badai ketidakmungkinan untuk meraih sesuatu atau yang dapat meyakinkan kita bahwasanya mimpi itu adalah benar-benar sesuatu yang kita butuhkan. 

misalnya saja, ada orang yang apabila minum teh selalu menggunakan gula. tetapi dia divonis dokter mengidap penyakit diabetes. otomatis dia harus mengurangi konsumsi gulanya 'kan? kalau tidak dilakukan bisa jadi penyebab dia untuk meninggal dunia. oke, hidup dan mati memang urusan Alloh. tapi penyebab dia mati bisa saja lewat hal iti bukan? karena dia masih ingin hidup maka dia akan mengurangi konsumsi gulanya. 

ketika dia ingin menambah gula saat membuat teh, maka dia ingat bahwasanya dia harus menguranginya agar diabetes yang dideritanya tidak menjadi penyebab dicabutnya nyawanya. beda halnya kalau dia sudah tidak punya semangat hidup loh ya...

apalagi kalu kita lebih berbicara yang lebihhh. surga dan neraka. karena orientasinya harus masuk surga maka dia akan berbuat baik dan menjauhi perbuatan jahat.

sehingga dari hal ini, maka menuliskan mimpi itu haruslah disertai alasan untuk meraihnya. iya, kuta harus tanyakan dulu mengapa kita harus mencapai itu. mengapa kita sangat ingin meraih mimpi kita. agar ketika kita sudah separuh jalan, kita tidak menjadi lemah. ketika ujian datang silih berganti tidak menggyahkan kita, karena kita memiliki alasan yang kuat untuk meraihnya.

tidak ada mimpi yang benar-benar ingin diraih melainkan ada alasan kuat dibalik itu semua. dan alasan terbaik untuk kita meraih sesuatu adalah dengan menyandarkannya kepada Alloh semata. kita sandarkan sebagai bentuk ibadah, amal soleh kita kepada Sang Pencipta. kita berharap dengan kita mencapai mimpi itu akan dikaruaniakan juga kebaikan yang banyak. dengan terwujudnya keinginan kita, akan banyak kebaikan yang bermunculan.

maka kesimpulannya ketika kita menuliskan mimpi itu, haruslah disertai pertanyaan WHY?? mengapa kita ingin menggapai itu. mudah - mudahan tidak ada lagi yang berhenti di tengah jalan. saya sendiri mudah-mudahan tidak seperti itu. ketika kita akan berhenti, merasa lelah. ingatlah alasan kita pertama kali mengapa kita ingin melangkahkan kaki di jalur itu. "this is our path, let us complete it". 

mudah mudahan bermanfaat, semoga tidak gaje -_- hehe maaf

0 komentar:

Posting Komentar