Minggu, 31 Januari 2016

Doa Turun Hujan

Memasuki musim hujan seperti sekarang ini mungkin doa di bawah ini dapat kita hafalkan lalu kita amalkan ketika turun hujan. Saya juga copas untuk gambar di bawah ini. Mudah-mudahan bermanfaat dan hujan yang turun di musim hujan ini menjadi hujan yang bermanfaat. aamiin


Rabu, 27 Januari 2016

Bukit Batu



Di penghujung tahun 2015 tadi, saya berkesempatan mengunjungi bukit-bukit yang berada di daerah Riam Kanan, Kabupaten Banjar. Destinasi tujuan kami adalah Bukit Batu.
Meeting point kami yaitu di rumah Yazid yang terletak di Sungai Ulin. Sebelumnya kami salat maghrib terlebih dahulu dijamak dengan isya’. Khawatirnya nanti di sana sulit untuk mencari tempat salat. Penentuan waktu berangkat sehabis maghrib pun agar tidak terlalu larut. Selain itu, paman klotok juga masih belum pasti sampai pukul berapa dapat mengantar kami ke Bukit Batu.

Senin, 18 Januari 2016

Bijak dalam Memuji



Jumat, 14 Februari 2014

      Pujian. Siapa yang tidak senang jika dirinya dipuji? Saya pikir hampir sebagian orang akan senang jika dirinya dipuji. Namun, taukah kalian kawan, bahwa dibalik pujian itu sebenarnya terdapat fitnah yang amat berbahaya? Karena pernah dulu di zaman Rasulullah SAW ada seseorang yang memuji temannya yang ketika itu Rasulullah SAW berada di sampingnya. Maka beliau bersabda

Minggu, 17 Januari 2016

Pembagian Fi'il Menurut Masanya (2)

Kita lanjutkan pelajaran bahasa Arabnya, kali ini membahas tentang fi'il mudori'. Langsung ke contohnya saja ya..


الأمْثِلَةُ (contoh – contoh)

١ أغْسِلُ يَد ێٞaku mencuci kedua tangan =
 ٢ ألْبَسُ ثِياَبِ aku memakai pakaianku =  
٣ نَلْعَبُ باِلْكُرَ ةِ kami bermain bola =
٤نَمْشِى فِى الْحُقُوْلُ     kami berjalan di kebun =
٥ يَنْبَحُ الْكَلْبُ anjing menggonggong =
٦ يَنْتِبَهُ الحَارِسُ penjaga terbangun =
٧ تَأكُلُ الْبِنْتُanak perempuan sedang makan =
٨ تَذْبُلُ الْوَرْدَ ةُ bunga mawar layu =
Ciri – ciri fi’il mudori’ secara umum sama halnya dengan fi’il madhi, untuk 5 syarat awalnya, yang mana 1-3 adalah syarat umum suatu fi’il (kecuali no.3 ada tambahan isim nasob) :
1.    Tidak ada الْ (alif lam)
2.    Tidak ada tanwin (ً ٍ ٌ)
3.    Setelahnya fi’il ada isim rofa’ (dommah/  ُ ) atau nasob (fathah/    َ (
4.    Kebanyakan ujung dari fi’il berharakat dommah /   ُ
5.    Kebanyakan diawali dengan huruf hamzah / ء , nun /ن , ya /ي  dan kaf /ك  
Untuk menentukan suatu kata itu termasuk fi’il mudori’ atau bukan harus memenuhi semua syarat yang ada, tanpa terkecuali. Contoh
أفْضَلُ الذِ كْرِ
Huruf ذ itu seharusnya memakai tanda tasydid, tetapi saya tidak tau caranya jadi tetap seperti itu. Kata أفْضَلُ sepintas seperti fi’il mudori’. Tetapi sebenarnya bukan. Hal ini dikarenakan tidak terpenuhinya syarat no. 3, yaitu Setelahnya fi’il ada isim rofa’ (dommah/  ُ ) atau nasob (fathah/    َ ). Dapat kita lihat setelahnya itu berharakat kasrah. Sehingga kata  أفْضَلُ tidak dapat dikatakan fi’il tetapi itu adalah isim.

Itu saja untuk sesi ini, semoga bermanfaat dan semoga istiqomah dalam melakukan kebaikan serta diberikan ilmu yang bermanfaat. aamiin